Bisnis.com, JAKARTA– Reli bitcoin baru-baru ini kembali membawa aset digital kripto ke level tertinggi selama dua minggu. Meski begitu reli tersebut berisiko berumur pendek karena ketidakpastian pasar yang lebih luas.
Kurangnya momentum bullish, volume rendah, dan ketegangan makro yang sedang berlangsung menciptakan kondisi untuk apa yang dikatakan beberapa pedagang sebagai potensi "bull trap" di pasar. Analis pasar menilai risiko makroekonomi, termasuk potensi eskalasi tarif Presiden Donald Trump, kekhawatiran inflasi, dan ketidakpastian geopolitik terus membayangi harga bitcoin.