Bisnis, JAKARTA - Aksi peretas yang menggunakan nama Bjorka sepekan terakhir cukup mencengangkan. Selain membocorkan sederet data masyarakat, para pejabat Negara termasuk Presiden Joko Widodo turut menjadi sasaran. Ini merupakan bukti bahwa perlindungan data publik masih sekadar isapan jempol belaka.
Manuver Bjorka, Bukti Perlindungan Data Publik Masih Nihil
Serangan tak berujung peretas menunjukkan bahwa upaya perlindungan data publik masih minim. Pemerintah juga seolah lepas tangan menangani perkara ini.
Bisnis Indonesia Premium Terbaru

Lo Kheng Hong Utak-atik Saham PGN (PGAS) 2025
