Bisnis.com, JAKARTA—Jejak investasi China di Indonesia ternyata turut terlihat dengan langkahnya menggandeng konglomerat Prajogo Pangestu pada sektor industri pengolahan minyak dan petrokimia.
Berdasarkan berita yang terbit di Harian Bisnis Indonesia edisi Jumat 30 April 1993 pada halaman muka, China akan melakukan investasi sebesar US$3 miliar dengan membentuk perusahaan patungan dengan Grup Barito Pacific milik Prajogo Pangestu. Pada berita berjudul China akan Tanam Modal US$3 Miliar di Indonesia, investrasi tersebut dalam tahap penjajakan yang melibatkan delegasi ekonomi China. Beranggotakan 15 eksekutif badan usaha milik negara (BUMN) Negeri Tirai Bambu, tim tersebut tergolong kuat dengan dua di antaranya yang menduduki jabatan setingkat menteri, salah satunya Wakil Ketua Badan Pembangunan Nasional China Ye Qiang.