Bisnis.com, JAKARTA—Perebutan dana pemerintah dengan korporasi melalui instrumen SBN dan obligasi makin ketat pada kuartal II/2025 sejalan dengan tingginya nilai jatuh tempo surat utang pemerintah.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diolah Bisnis, Senin (7/4/2025), nilai jatuh tempo surat berharga negara (SBN) pada sisa tahun ini mencapai Rp283 triliun. Dari total jatuh tempo tersebut, Rp147,85 triliun di antaranya atau 52,24% berakhir pada kuartal II/2025. Dengan tingginya nilai jatuh tempo itu, ada kemungkinan pemerintah perlu menggalang dana lebih tebal dibandingkan periode sebelumnya.